Sepuluh Ribu Lebih Penonton Millenial Saksikan Hari Pertama Prambanan Jazz Festival 2019

Yogyakarta, 5 Juli 2019 – Prambanan Jazz Festival merupakan sebuah gelaran musik tahunan berskala internasional yang pertama kali digelar pada tahun 2015 silam. Dan pada tahun ini, festival yang kini dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko tersebut memasuki usianya yang kelima, dan mulai diselengarakan pada hari ini, Jumat, (5/7/2019) hingga 7 Juli 2019 besok di Komplek Candi Prambanan.

Sejak pertama kali dihelat, Prambanan Jazz Festival tak pernah kehilangan mimpi besarnya, di mana mahakarya musik dan mahakarya Candi Prambanan sebagai World Heritage tetap menjadi sebuah proses kolaborasi yang disuguhkan kepada khalayak musik. Di hari pertamanya, festival ini berhasil menampilkan sederet nama besar Indonesia dan dunia kepada puluhan ribu penonton yang hadir untuk menyaksikan beragam sajian menarik yang disuguhkan.

Nama-nama besar yang terlibat dalam Prambanan Jazz Festival 2019 hari pertama adalah seperti PJF Project, Hanin Dhiya, Sisitipsi, Jogja Hip-Hop Foundation, Alex Mercado, Galabby, Ardhito Pramono, Tashoora, Calvin Jeremy, Danilla, GAC dan seorang solois asal Inggris yang saat ini sedang digandrungi oleh kaum millenial, Calum Scott. Semua penonton yang hadir tampak begitu menikmati proses kolaborasi antara karya-karya musik dan Candi Prambanan yang tersaji di sana.

Apalagi ketika Calum Scott mulai mengambil giliran untuk menjadi penutup dalam Prambanan Jazz Festival 2019, puluhan ribu penonton yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia dan belahan dunia tak henti-hentinya bernyanyi bersama pelantun lagu “You Are The Reason” tersebut. Dan dalam penampilan perdananya di hadapan Candi Prambanan, penyanyi kelahiran 12 Oktober 1988 silam itu berhasil membawakan sebanyak 15 lagu. Di antaranya seperti “Only Human”, “Come back Home”, Rhythm Inside”, “Golden Slumber”, “Hotel Room”, “No Matter What”, “Only You” dan menutup penampilannya dengan lagu “You Are The Reason”.

Hallo Indonesia. I’m so so happy to be back with you guys. I’ve been in Indonesia four times now. The first city, I visited was Pekanbaru and then I visited Jakarta, and then I visited Jakarta again, and know I’m here in Yogyakarta. This is my very-very first time. So thank you for coming up to see me tonight. So thank you so much for having me. It’s such a incredible festival and this is gonna be most beautiful sculpture. I’ve ever seen in my life,” tutur Calum.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, dalam penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival di hari pertama pihaknya berhasil menjual sebanyak 10.000 tiket kepada para penonton yang didominasi oleh kaum millenial. Menurut Anas, hal ini merupakan sebuah pencapaian yang gemilang, di mana goal yang pihaknya sasar melalui Panggung Millenial bisa terwujud secara sempurna.

“Di hari pertama seperti yang kita lihat goals kita adalah generasi millenial, dan yang datang ternyata memang anak-anak millenial. Mereka bersenang-senang bersama di sini menikmati beragam sajian musik yang kita suguhkan di sini, juga menikmati sajian kuliner lezat yang ada di Pasar Kangen. Semua penonton di sini mengapresiasi sangat baik,” jelas Anas.

Selain itu, vokalis dari Sisitipsi, Fauzan Lubis menambahkan, Prambanan Jazz Festival merupakan sebuah proses kolaborasi yang begitu apik yang bisa ia rasakan secara langsung, di mana musik-musik yang diperdengarkan kepada para penonton bisa melebur dengan Candi Prambanan sebagai situt peninggalan nenek moyang Bangsa Indonesia.

“Prambanan Jazz tuh menurut gue sebuah proses kolaborasi yang apik banget. Kita di sini bisa menampilkan karya di hadapan mahakarya, yaitu Candi Prambanan,” tutup Fauzan. (*)

Narasumber:

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Calum Scott
  • Vokalis Sisitipsi - Fauzan Lubis
Unduh versi PDF dari artikel ini di sini